Mak Johariah dan Bupatinya…

Barru,Globalindonews.com-Ikhlas, kata pendek itu memiliki makna sedemikian luas, ketika kita mampu menerima segala cobaan Allah dengan ikhlas niscaya kesedihan akan merubah dirinya menjadi nikmat tak terkira…

Mak Johariah hari ini kembali merasakan itu, buah keikhlasan mengantarkan pemimpinnya datang mengembangkan kedua tangan, memeluk Mak Johariah dan memastikan bahwa ia tidaklah sendiri, ada banyak kepedulian atas tragedi kebakaran yang menimpanya, kemanusiaan tidaklah pernah berjalan sendiri, kepedulian akan menemukan jalannya hingga tak ada airmata terjatuh tanpa ada yang menyekanya…

Kehadiran bapak Bupati Barru Ir. Suardi Saleh, M.Si hari ini di dusun Rumpiae Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja sholat Jumat berjamaah bersama warga dilanjutkan kunjungan ke Mak Johariah, ini adalah oase mata air keteladanan di padang tandus kepemimpinan, tak ada kata lelah untuk melayani rakyat, “Pemimpin tak boleh tidur saat masih ada rakyatnya tak bisa lelap karena kelaparan…” Kata beliau di suatu waktu…

Baca juga  Peletakan batu pertama pembangunan masjid Panrewata oleh Bupati Barru

Pelukan pemimpin hari ini, dan airmata Mak Johariah di batik biru Bupatinya seakan menyentak kita, bahwa berprasangka baiklah atas tiap cobaan, karena bisa saja itu skenario Allah memuliakan hidup hambaNya, pemimpin yang peduli dan rakyat yang ikhlas mendukung pemerintahnya akan menjadi sinergi indah, jangan ada jarak, karena jarak akan menghasilkan hubungan saling mencurigai…

“Sabbara’ki emma’, naseng panritata yatu bola nanrewe api masempo dalle’na…”hibur pak Bupati, Mak Johariah hanya mengangguk sambil terus terisak, perasaan wanita tua itu sedang berkecamuk seakan tidak percaya bahwa hari ini ia berkesempatan menjabat tangan pemimpinnya…

Sahabatku, semoga Jum’at indah ini kita senantiasa mendapat perlindungan Allah, menjaga silaturrahim kita agar kebaikan terus berdatangan mengisi hari-hari, mari bergandeng tangan membangun KEPEDULIAN kita agar KEMANUSIAAN tetap pada muaranya…

Baca juga  Bupati Barru Sidak Dukcapil,Ini harapannya

Penulis:arif Pabiseang